Pembukaan Tahun Persatuan 2018


Kegiatan Pembukaan Tahun Persatuan 2018 diadakan di halaman Gereja St Ignatius Loyola, Jalan Malang. Tema Tahun Persatuan ini adalah Amalkan Pancasila Kita Bhineka Kita Indonesia. Dihadiri oleh tokoh dari 6 Agama, yaitu Katolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu, Budha dan Khonghucu. Perwakilan Katolik adalah Romo Romo Charles dan Romo Harry Liong, perwakilan dari Kristen Protestan Pendeta Jeffrey Sompotan, perwakilan dari Khonghucu Bapak JS Susanto Kurniawan, Perwakilan dari Hindu Bapak Oka Sandiarga, 3 orang perwakilan dari Islam yaitu Bapak Achmad Setiawan, Bapak Kustradi AHZ dan Bapak Ahmad Katsir serta 2 orang perwakilan dari Budha yaitu Bhante Prasan Techatharo Thera dan Bhante Chuang Titawongso Thera.

Pembukaan Tahun Persatuan 2018Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala Paroki Jalan Malang Romo Charles lalu dilanjutkan dengan sambutan Bapak Ahmad Katsir selaku Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Jakarta Pusat. Dalam sambutannya Pak Katsir menyampiakan agar kegiatan bersama bisa terus dilanjutkan kedepannya, misalnya dengan kegiatan bhakti sosial ataupun kegiatan sosial bersama lainnya. Sedangkan Romo Charles menyamaikan tahun ini fokus kita dalam pengamalan Pancasila adalah sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Untuk itu kita perlu besatu dengan yang lain dalam kehidupan bernegara. Setelah selesai sambutan acara dilanjutkan dengan doa untuk tanah air dari masing2 agama, diawali dari Katolik, Hindu, Konghuchu, Budha, Kristen Protestan dan diakhiri dengan Islam. Masing2 agama berdoa dengan tujuan yang sama yaitu demi persatuan Indonesia. Setelah berdoa acara menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tidak sampai disitu acara dilanjutkan dengan tanam pohon sebagai simbolis kebersamaan, masing2 tokoh agama ini memasukan tanah ke pot sebagai wadah pohon durian yang merupakan sumbangan dari Kelurahan Guntur. Setelah itu dilanjutkan dengan pelepasan 6 burung dara, yang melambangkan perdamaian antar umat beragama. Acara foto bersama saling bergandengan tangan yang melambangkan persatuan. Setelah foto bersama para tokoh agama dilanjutkan dengan foto bersama tokoh agama dengan umat yang hadir. Acara ditutup dengan ramah tamah bersama di halaman gereja.