Warta Minggu, 27 - 28 Oktober 2018

PENGUMUMAN PERKAWINAN : AKAN MELANGSUNGKAN PERKAWINAN SECARA KATOLIK

Pengumuman Pertama :

  • Fransiskus Xaverius Hendrik dari Link. Aloysius Gonzaga 2 dengan Yoannita Puji Sutanto dari Link. Aloysius Gonzaga 2.

Pengumuman Kedua :

  • Anastasia Jessica Jade dari Link. Aloysius Gonzaga 1 dengan Zephyrinus Victor dari Link. Aloysius Gonzaga 1.

Pengumuman Ketiga :

  • Raymond Stefanus Sihotang dari Link. Rudolphus Aquaviva 1 dengan Ruth Yuniartha Limbong.
  • Ignatius Christian Handy Kurniadi dari Link. Bernardinus 1 dengan Laurentia Damasari dari Paroki St. Mikael Kranji.

Bagi umat yang mengetahui adanya halangan perkawinan mereka wajib melaporkan kepada Pastor Paroki dan calon mempelai mohon didoakan.

Seksi Liturgi akan mengadakan misa arwah pada hari Jumat, 2 November 2018 jam 18.00 WIB. Bagi umat yang ingin mendoakan nama keluarga atau kerabat yang telah meninggal, dapat datang ke sekretariat paroki untuk menulis nama-nama yang akan didoakan di kertas yang telah disediakan.

Seksi Liturgi akan mengadakan Pelatihan & Pengenalan Musik Liturgi & Tehnik Vocal yang akan disampaikan oleh Tim Musik Komlit KAJ hari Minggu, 18 November 2018 pukul 10.00 WIB di Aula San Inigo. Umat yang berminat dapat menghubungi (Mariska - Pasdior 081219792270) atau (Junita - Pemazmur 081311120838).

Selama bulan Rosario Oktober 2018, Seksi Liturgi bersama Legio Maria, Tim Kompletorium, dan PanKep XVI mengajak umat untuk ikut berdoa Rosario bersama setiap sebelum misa Sabtu sore, Minggu siang & Minggu sore. Rosario dimulai 30 menit sebelum misa. 

Seksi Pendidikan dalam rangka meningkatkan panggilan, kehidupan dan perutusan dengan ini Komisi Pendidikan KAJ, mengundang Bpk/Ibu para Dosen yang berkarya di PT Katolik dan PT non Katolik untuk menghadiri seminar dengan tema “Kontribusi Dosen-dosen Katolik dalam Mengamankan Pancasila” yg diselenggarakan pada hari Sabtu, 10 November 2018 pukul 09.00 - 13.00 (registrasi mulai pukul 08.00) bertempat Auditorium - Gedung Yustinus Lt. 15, Unika Atma Jaya Jl. Jendral Sudirman 51, Jakarta Selatan.

PDPKK St Ignatius mengundang kehadiran Bpk/Ibu/Sdr/i, yang terkasih dalam Yesus, untuk hadir dalam Persekutuan Doa pada hari Senin, 29 Oktober 2018 pukul 19.00 WIB bertempat di Aula San Inigo dengan tema “ Penyembahan Yang Sejati” pewarta Fernando Sonah. Kehadiran Bpk/Ibu/Sdr/i sangat kami nantikan.

Doa Senakel mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir pada hari Sabtu, 3 November di Kapel St. Ignatius mulai jam 06.30 dengan berdoa Rosario dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi, diteruskan dengan Adorasi Sakramen Mahakudus yang akan ditahtakan hingga jam 17.00. Doa didepan Sakramen Mahakudus adalah Doa Penyembahan kepada Yesus, Tuhan dan Allah kita.

Doa Kerahiman Allah mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk meluangkan waktu berdoa koronka bagi pertobatan semua orang berdosa, keselamatan semua jiwa yang meninggal, serta keselamatan semua jiwa di api penyucian sambil menyerukan kerahiman Hati Yesus.

Minggu ini Paroki Salib Suci Keuskupan Larantuka akan mencari dana guna pembangunan gereja St. Theresia Kanak-Kanak Yesus Wailolong dengan penjualan CD lagu rohani. Mohon partisipasi umat untuk ikut berpartisipasi.

CATATAN SEPUTAR PRAKTIK DEVOSI MARIA

Menyembah Patung?

Inilah salah satu tuduhan orang luar terhadap doa di depan patung Bunda Maria. Bukankah dekalog melarang kita membuat patung dan menyembahnya (Kel 20:4)? Tentu saja, patung Bunda Maria tidak kita maksudkan untuk disembah. Bukankah tanpa patung Maria pun kita masih bias berdoa kepada Bunda Maria. Hanya saja sebagai manusia, imajinasi dan konsentrasi kita akan lebih terbantu manakala ada patung. Kita akan lebih mudah membayangkan pribadi Bunda Maria.

Kenapa tidak berdoa langsung kepada Tuhan Yesus saja?

Manakalah mempunyai ujud/niat khusus (mau ujian, cari pekerjaan, menikah dan sebagainya), biasanya kita meminta orang lain, entah itu teman, orang tua, nenek/kakek, bahkan leluhur, untuk turut mendoakan kita. Padahal, mereka dan kita sendiri pun masih sering berdosa yang menyebabkan suara kita tidak didengar di tempat yang mahatinggi (bdk. Yes. 58:2-4).

Kalau pada mereka yang masih berdosa saja kita mohon didoakan, kenapa kita ini tidak memohon pada Bunda Maria juga. Memang bukan Bunda Maria yng mengabulkan doa kita, tetapi Tuhan sendiri. Dalam devosi Maria kita meminta Bunda Maria berkenan turut mendoakan kita. Doa Bunda Maria ini seakan menggarisbawahi apa yang kita mohon. Niscaya apa yang digarisbawahi oleh Maria akan diperhatikan oleh Yesus, Putranya, seperti dulu terjadi dalam pesta perkawinan di Kana (Yoh. 2:1-11).

Novena

Novena (Novem, latin: sembilan) adalah berdoa selama sembilan hari berturut-turut untuk memohon suatu ujud khusus. Tradisi doa ini meniru teladan Gereja Perdana dan Bunda Maria yang berdoa selama sembilan hari menantikan kedatangan Roh Kudus (Kis 2:12-14). Semangat dari doa novena adalah terus mengetuk pintu hakim yang tidak benar (Luk 18:1-8). Maka, yang terpenting dalam Novena ini adalah sikap berdoa yang terus menerus, bukan “takhayul” jam doa. Bukankah masih ada yang beranggapan keliru bahwa doa novena harus didoakan pada jam-jam tertentu, tidak boleh diubah-ubah. Yang terpenting bukan jam berapanya (artinya bisa diubah), melainkan semangat untuk berdoa tak kunjung putus.

Sumber : Menghidupi tradisi Katolik, F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr. Hal. 81-83.